A Girl's Diaries!

""


sweet owner

Navigation : touch hover image



Diaries Owner Stuff

You are now in my world. A world where an ordinary girl loves to write about her feelings & pretty much bout everything that no one seems to care. A world of her life.


Bigfoots!

Speak up at MY CBOX :)

Open Cbox




Credits!

basecode: Nurul AtiQah
Edit by: Cikmimin
Re-Edited By: Syera .
Others:   


Andai Takdir Boleh Diubah , *Fiction*

Terkenang kisah dahulu ketika aku bersama si dia . Yang sentiasa menemaniku ketika suka dan duka . Hanya dia lah yang bersama denganku saat air mataku mengalir . Dan dia jugalah yang sentiasa membakar semangat dalam diriku untuk terus maju kehadapan . Dan hanya dialah teman hidupku yang sentiasa bertahta dihati . Hakimi ,  Mohd Hazwan Hakimi ialah namanya . Aku dengan Hakimi bagai aur dengan tebing . Sentiasa memerlukan dan saling diperlukan . Sekali lagi air mataku mengalir bagaikan air terjun tanpa henti apabila mengenangkan si dia . Ya Allah , sesungguhnya aku sangat menyayanginya :'(


IMBAS KEMBALI : 2008

Hakim : " Eh , nganga lah cepat mulut you tuu . I nak suapkan nii " . Aku : " Takmao ahh . Gila apa kau nii . Buat malu aku je nanti . Dah lah orang tengok nih " . " Alaa , you nak malu apa . Mengaku je yang you ni girlfriend I . Sure orang tak cakap apa apa :) " . " Hotak kau girlfriend . Dah ahh , malas aku layan kau . Baik aku makan sendiri . Lagi sedap " . Hakimi bermasam muka . Terasa pecah perot ku menahan ketawa melihat gelagat si Hakimi . Jauh disudut hati , aku menyukai cara layanan dia kepadaku . Aku tersenyum sendirian . " Hoii adik manis , Kenapa senyum sorang sorang tuu ? I handsome sangat eh ? HAHA " . Riak muka aku berubah serta merta . Tajam jelingan aku kepada si Hakimi . " Eh , perasan ahh kau mamat . Handsome kau kata ? Cehh , tiang elektrik pakai kot kat depan restoren ni lagi handsome tahuu . Burr ~ " . Terasa lega apabila aku memerlinya . Hakimi serta merta bangun dan menggalas beg yang diletakkan di atas kerusi sebelahnya itu . " Eh eh , kau nak kemana ? Kalau marah sekalipun , minum lah air kau tuu sampai habis . Takkan aku yang nak kena minum kot ? " . " Ahh , biar lah kat situu . Kalau you kebulur sangat , minum ahh . Dah lah , I nak kena masuk kelas japgi . Bye sayang . " . Flying Kiss ditujukan kepada aku . " Tak hingin lah aku nak minum " , kata ku sebelum bangun dan beredar dari restoran itu mengekori langkah Hakimi .


Malam yang sejuk itu menyebabkan mataku tertutup . Indah sahaja dibuai mimpi . Tiba tiba , *Kringgg Kringggg Kringggggg* Deringan telefon bimbit ku berbunyi . Aku serta merta terjaga dari tidur . Tanganku cuba meraba telefon bimbit Samsung Galaxy S II aku yang berada di atas meja sebelah katil ku . Aku merenung lama ke arah skrin yang terpapar nama Hakimi . Aneh sekali apabila memikirkan tujuan dia menelefonku . Tanpa menyelesaikan teka teki di fikiranku , aku terus mengangkat panggilan itu . " Haii sayang , dah tidur ? " . Tersentak aku mendengar panggilan "sayang" dari mulutnya . "Gila apa kau ni . Tiba tiba panggil aku macam tuu . Sekarang pukol 3 pagi cik abang . Mesti lah aku tengah tidur . Takkan memasak pulak ? Haiss " . Balasku dengan nada yang agak meninggi . Setelah beberapa minit aku berbual kosong dengannya , aku ingin menamatkan perbualan tersebut . Namun , langkah ku terhenti apabila dihalang oleh Hakimi . " Kejap lah . I belom cerita lagi perkara penting dekat you . Sebenarnya , I ... Err , I .... I .... Hmm " . " I , I , I . Kau ni dah kenapa ? Sejak bila gagap ? Dah ahh , aku nak tidur ni . " . " I suka kan you " , kata Hakimi dengan satu nafas sahaja . Tergamam aku mendengar . Langsung aku tidak rasa mengantuk .


IMBAS KEMBALI : 2010


" Aucakk , sayang :) " , Hakimi menyapa dari belakang ku . Tersentap aku seketika . " Eh , you nii . Terkejut tahuu . Kalau I ada sakit jantong , dah lama I mati . " . " Alala , jangan cakap macam tuu . Nanti I sunyi " , Kata Hakimi sambil mencebik . " Haha . Tengok tuu , buat muka cute lagi depan I . Nak bagi I cair lahh tuu . Haha " . Pipi ku dicubit Hakimi . " Auww , sakit lah . Ishh , apa you ni . Buat bengkak nanti pipi I " . " Haha . Takde nya nak bengkak pipi you tuu . I cuit sikit jeh . Bukan nya kuat pon . Haha . Mengada lah you nii " . Aku membalas , " Eh , mengada ngada I ni pon ada orang yang terhegeh-hegeh nak kan I " sambil menjelirkan lidah . " Okay okay , you tak mengada . Cuma manja je . Youu .. " Kata-kata Hakimi terhenti . Lalu aku menyambung , " Yaa , kenapa ? " . " Sudah dekat dua tahun kita bercouple . I cadang , nak masuk meminang you lah . Nak ? Haha " . Mataku terbeliak . Tak ku sangka yang si Hakimi mahu meminangku . " Eh you ni , dah kenapa ? Tiba tiba je cakap pasal meminang . Buang tabiat eh ? " . Laju aku menuturkan kata kata itu . " Lah , mana ada sayang . I Love you sooo much till I could die . And I willing to die for you . I taknak you dikebas orang . So , I nak ikat you dengan hubungan yang sah . " . Kata-katanya sedikit sebanyak membuat aku terharu . Ingin sahaja aku menjadi tunangnya hari ini . " Wow , tak sangka eh you pandai buat ayat bunga bunga . Haha " . " Eh , mana ada I buat . I ikhlas lah . Jujur I cakap , I cintakan you sorang . " . Hatiku berbunga mendengar ucapan ikhlas dari Hakimi . " Hmm , I tak kisah kalau you betul betul nak kat I . You datang lah merisik . Haha " . " Takmau lah . I nak tunang dengan you teros . Haha " . " Ish you ni . Mengada , Haha " .



IMBAS KEMBALI : 2011


Tinggal seminggu sahaja lagi kami akan berkahwin . Ingin saja aku menjerit sekuat hati kerana ingin melepaskan perasaan ku yang tersangat gembira . *Kringggg Kringggg* Aku berlari mendapatkan telefon bimbitku . Tersenyum aku apabila melihat nama Hakimi yang terpapar di skrin telefon bimbit ku . " Hello ... " . Aku menyapa dahulu . " Assalamualaikum , sayang . " . Terkedu aku . Terlalu teruja hendak mengangkat panggilannya sampai terlupa aku memberi salam . " Waalaikumussalam " , Jawabku dengan tersipu malu . " Esok jadi ke kita keluar ? " . " Ha'ahh . Jadi jadi jadi " , Jawabku persis Ipin .


Hari pernikahan ku berlangsung hari ini . Aku dipakaikan baju pengantin berwarna putih dan disolekkan oleh 'mak andam' . Tersenyum aku sendirian dihadapan cermin . Membayangkan saat aku menjadi isteri Hakimi yang sah . Aku memegang 'mug' yang Hakimi pernah berikan kepada ku suatu masa dulu . Mug yang dipegang tiba tiba sahaja jatuh ke lantai . Berpusu-pusu orang masuk ke dalam bilik ku . Aku berasa tidak sedap hati . *Kringg kringg* Telefon ku berdering . " Hello ? " . Aku terus menjawab tanpa melihat nama di skrin telefon ku . " Ini Cik Hanim Sa'adiah ? " . Soal suatu suara yang tidak dikenali . " Yaa , ini saya . Kenapa ? " . " Saya ialah jururawat dari Hospital Kuala Lumpur . Cik kenal dengan lelaki bernama Mohd Hazwan Hakimi ? " . " Yaa yaa . Saya kenal . Kenapa cik ? Ada sesuatu yang jadi padanya ? " . " Cik , Encik Hazwan telah kemalangan . Dia mengalami pendarahan otak yang serius akibat hentakkan yang kuat di kepalanya . " . Lidahku terkelu untuk berkata-kata . " Ya Allah ... " , ucapku sambil dibasahi air mata di pipi . Segera aku bertolak ke sana .


" Cik . Maafkan kami . Kami sudah cuba sedaya upaya . Namun , ajal maut bukan kami yang tentukan . Hakimi tidak dapat diselamatkan lagi . Kecederaan dibahagian kepalanya terlalu serius " , beritahu seorang doktor yang terlibat dalam pembedahan Hakimi . " Astaghfirullahalazim " , aku menangis teresak-esak sejurus mendengar kata-kata doktor itu . Hanya tuhan sahaja yang mengetahui betapa pedih dan sakit nya hati aku . Hatiku ibarat tertusuk dengan bilah bilah pedang yang tajam . Aku bermohon dan berdoa kepada Allah , supaya aku tabah menghadapi semua ini . Tiba-tiba , pandanganku menjadi kabur dan aku hilang arah . " Hanim , hanim . Kau okay ? Hanim , bangun " , terdengar suatu suara yang memanggilku . Aku membuka mata . Namun , sebak di hati tidak dapat ditahan . Aku menangis lagi . Rupa-rupanya aku telah pengsan sebentar tadi .


Realiti yang telah terjadi , tidak mungkin menjadi fantasi . Aku berdoa kepada Allah , tuhan yang maha mendengar lagi maha melihat . Supaya roh Hakimi berada dikalangan hamba-hamba yang beriman dan bertaqwa . Ingin sahaja aku memanggil Hakimi untuk hidup semula . Namun , semua yang telah pergi , tidak akan kembali lagi ......






*** Cerita ini hanyalah rekaan semata-mata . Tidak ada kaitan dengan yang hidup , mahupun yang telah meninggal dunia . Semoga anda terhibur dengan cerita ringkas ini . Like dan komen sekiranya anda suka . Sekiranya anda tidak suka , saya memohon maaf . Dan akan cuba perbaiki kelemahan saya . My first short story . Hope you will enjoy it . Thank you :) ***